Sunday, February 3, 2013

Tangan Yang Berdoa

Mazmur 100 : 5
Lukisan "The Praying Hands" atau "Tangan yang Berdoa" karya Albrecht Durer pada abad XV mengingatkan kita kepada dua orang kakak beradik (Albrecht dan Albert) yang berasal dari Jerman. Mereka ingin sekali menjadi seniman terkenal. Namun karena orang tua mereka tidak mampu membiayai keinginan mereka melalui kuliah, mereka pun sepakat untuk bergantian membiayai kuliahnya. Untuk menentukan siapa yang akan lebih dahulu belajar, ditentukan dengan melempar koin. Ternyata yang akan lebih dahulu sekolah adalah Albrecht. Untuk itu, Albert akan bekerja untuk membiayai saudaranya itu. Akhirnya, Albrecht pun menyelesaikan studinya dan kembali pulang untuk menggantikan saudaranya bekerja supaya saudaranya dapat bersekolah. Tidak disangka, Albert ternyata sudah tidak bisa menggapai impiannya menjadi pelukis terkenal, karena tangannya yang sudah tidak mampu lagi untuk melukis akibat kecelakaan dalam pekerjaannya.
" Kesetiaan membutuhkan perjuangan, dan perjuangan membutuhkan pengorbanan "
 Seperti Albert yang dengan setia bekerja untuk membiayai studi saudaranya, walaupun dalam keadaan menderita. Hal ini dilakukannya karena kasihnya kepada saudaranya, sehingga ia rela berkorban. Sama halnya dengan Bapa, yang rela mati menanggung semua dosa umat manusia di kayu salib. So warriors, kenapa kita tidak? Mari kita wujudkan kesetiaan kita melalui pekerjaan yang sudah diberikan kepada kita. Dan, jangan lupa kesetiaan dalam melayani Tuhan yang merupakan kesempurnaan itu sendiri.

Dikutip dari Renungan Harian Kampus Edisi XXIII-Universitas Kristen Satya Wacana 2012

No comments:

Post a Comment