Salam untuk rekan-rekan PD Refresh yang terkasih.
Sejak di bangku sekolah minggu, kita sering mendengar terminologi bahwa Tuhan Yesus tidak berubah. Bahkan ada pula lagu yang sering kita nyanyikan di sekolah minggu dengan judul yang sama. Hingga saat ini kita percaya bahwa memang Tuhan Yesus tidak akan pernah berubah dari dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Lalu bagaimana seharusnya kita memaknai istilah ini? Mari kita bahas bersama-sama \(^.^)/
Tidak sedikit orang Kristen berpandangan bahwa istilah di atas mengacu pada pekerjaan-pekerjaan dan karya-karya Tuhan, termasuk metode dan cara dia bekerja dan berkarya. Berikut cuplikan pendapat yang sejalan dengan pandangan ini.
Tidak sedikit orang Kristen berpandangan bahwa istilah di atas mengacu pada pekerjaan-pekerjaan dan karya-karya Tuhan, termasuk metode dan cara dia bekerja dan berkarya. Berikut cuplikan pendapat yang sejalan dengan pandangan ini.
- Dahulu Tuhan memberikan penglihatan dan nubuat kepada hampir sebagian besar orang percaya, sekarang pun orang Kristen harus mendapatkan nubuat dan penglihatan.
- Dahulu Tuhan menyembuhkan orang-orang yang sakit dengan cara yang ajaib, maka sekarang pun Tuhan pasti melakukannya di tengah-tengah kita asalkan kita percaya sungguh-sungguh kepadaNya.
- Dahulu Tuhan banyak sekali mengadakan mukjizat kepada para jemaat, sekarang pun Tuhan pasti melakukannya untuk kita.
Kuasa Tuhan memang tidak akan pernah berubah karena eksistensi-Nya tidak dibatasi oleh waktu, atau bisa dikatakan bahwa Tuhan berada di atas waktu. Namun tentang pekerjaan dan karya-Nya, tidak bisa kita generalisasikan dulu dan sekarang. Mari kita perhatikan beberapa hal yang akan terjadi apabila pandangan tentang konsistensi pekerjaan Tuhan ini tetap dipegang.
- Dahulu Tuhan menghukum dunia dengan air bah, apakah kemudian Tuhan akan menjatuhkan air bah terus-menerus kepada dunia? Jelas TIDAK. Alkitab bahkan mencatat bahwa Tuhan berjanji tidak akan melakukannya lagi.
- Dahulu Tuhan mengutus nabi-nabi kepada umat-Nya sebagai perantara untuk berbicara pada mereka, tapi sosok terakhir yang kita percayai sebagai nabi adalah Yesus Kristus, dan itu terjadi sekitar 2000 tahun yang lalu. Jelas tidak mungkin Tuhan mengutus nabi lagi di tengah-tengah kita sekalipun kita mengharapkannya.
- Dahulu Tuhan pernah berkarya mengubah air menjadi anggur dalam suatu pesta pernikahan, tetapi tidak ada berita lagi mengenai hal ini terjadi di tengah-tengah orang percaya.
- Dahulu Tuhan telah mati di atas kayu salib untuk karya penyelamatan-Nya, jelas tidak akan pernah lagi ada peristiwa ini untuk kedua kalinya. Jika kita mengharapkan Tuhan mati lagi untuk kita, justru di sini iman kita dipertanyakan, apakah kita tidak percaya kekudusan darah Tuhan tidak sanggup menghapuskan dosa umat manusia di segala zaman?
Saya percaya bahwa Tuhan memang punya kuasa untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dulu pernah Dia lakukan. Pertanyaannya adalah, apakah Dia berkehendak untuk melakukannya lagi? Saya pun percaya bahwa masih ada mukjizat yang terjadi di tengah-tengah kita, masih ada nubuat, penglihatan, dan bahasa roh, serta kesembuhan secara ajaib terjadi. Tetapi itu semua tidak dapat menjadi indikator untuk mengukur iman orang kristen terhadap Tuhan. Jika kita termasuk orang yang tidak mendapatkan itu semua, bukan berarti iman kita hanya setengah-setengah kepada Tuhan. Sebaliknya jika kita termasuk orang yang pernah/sering mengalami itu semua, bukan berarti kita memaksakan bahkan menjustifikasi kawan kita yang tidak mengalaminya bahwa iman mereka setengah-setengah kepada Tuhan. Iman kita menyelamatkan kita dari kesengsaraan kekal dan membawa kita kepada Tuhan pada hari penghakiman nanti. Keselamatan itu saja sudah lebih dari cukup untuk kita terima dari Tuhan. Pengharapan yang berlebihan akan mukjizat, kesembuhan, nubuat, serta penglihatan atas dasar iman kita justru sebuah kekeliruan besar, apalagi ditambah dengan kekayaan dan kelimpahan di dunia, ini justru mengarah kepada kesesatan.
Lalu apa sebetulnya yang tidak berubah dari Tuhan Yesus? Tentu saja kuasa-Nya, kasih-Nya, dan sifat-sifat-Nya tidak akan pernah berubah. Dia tetpa mengasihi ciptaan-Nya dari dulu, sekarang, sampai selama-lamanya, termasuk kawan-kawan dan saya. Karena kasih-Nya kepada kita, Tuhan pasti akan melakukan karya-karyaNya dalam hidup kita dengan cara yang mungkin pernah Dia lakukan dulu, tapi tidak menutup kemungkinan Dia menggunakan metode yang lain untuk menolong kita yang dalam kesesakan.
Sangat menginspirasi..
ReplyDelete